I AM UNLIMITED

Inspiring And Motivation

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Ketika Mencoba Sesuatu

Mengambil pelajaran dari sesuatu hal, dengan apa apa yang menghentikan kita dari melakukan sesuatu ? melalui post ini kita mendapatkan pelajaran dari sumber artikel dari temen2 di forum kaskus.us. berikut adalah kesalahan2 yang sering kita hadapi dan bahkan sering berulang kali. Adapun secara bertahap kita terus belajar memperbaiki-nya.

Pilihlah sebuah metode lalu cobalah metode tersebut. Jika gagal, maka akuilah dan coba metode yang lain. Namun yang terpenting lakukan sesuatu (Franklin D.Roosevelt).

  • Terlalu Serius Dalam Memikirkan Sesuatu

Berfikir seringkali disebut-sebut sebagai hal terbaik dalam kehidupan ini. dalam beberapa kasus berfikir justru menghambat diri. Menurut pendapat sumber: kita bukanlah hasil pemikiran kita, kita adalah pengamat dari pemikiran kita. Pemikiran seperti ini membuat kita tidak terlalu terikat pada pemikiran-pemikiran yang ada. Dan untuk menghindari pemikiran bahwa apa yang dikatakan orang-orang merupakan kebenaran. Seringkali pemikiran semacam ini tidak berguna dan hanya akan memenuhi kepala kita. Dan kita menyadari bahwa kita tidak harus menganggap terlalu serius pemikiran-pemikiran tersebut. Kita bisa melupakannya jika kita menginginkannya.Dengan sudut pandang seperti ini, akan lebih mudah bagi kita untuk mengambil jarak dari pemikiran-pemikiran kita dan mengendalikannya daripada membiarkan diri kita dikendalikan oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Akal sehat memang penting, namun seringkali kita menyadari pemikiran apa yang harus kita dengarkan dan pemikiran mana yang hanya omong kosong belaka.

 

  • Terlalu Menganggap Serius Emosi

Ada waktunya bagi kita untuk mendengarkan emosi diri sendiri. Namun seringkali hal itu bukanlah ide yang bagus. Emosi merupakan sesuatu yang harus kita amati. Hal ini memungkinkan kita untuk mengambil jarak dari emosi dan tidak terlalu mengganggap serius emosi kita, kecuali jika emosi tersebut dapat membantu kita dalam situasi tertentu.Jika kita memiliki emosi negatif yang menahan diri kita dari mengambil tindakan, lalu apa yang bisa kita lakukan agar kita tidak terlalu menganggap serius emosi kita?
Satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan menerima fakta bahwa perasaan tersebut ada di dalam diri kita. Daripada kita menolak perasaan kita dan tidak menerima perasaan tersebut; biarkan perasaan itu masuk dan terimalah. Dengan menerima perasaan tersebut tanpa memberikan label apapun dan hanya mengamatinya; kita bisa mengurangi perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam hitungan menit. Lalu kita bisa melanjutkan kegiatan kita tanpa merasakan adanya hal-hal negatif dalam diri kita.

Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan melihat kembali situasi yang sedang kita hadapi dari sudut pandang yang berbeda. Jika kita melihat sesuatu dengan rasa takut, kita mungkin tidak akan mengambil tindakan apapun. Jika kita mengubah sudut pandang kita, kita bisa mengubah emosi nagatif yang muncul menjadi positif. Cara paling mudah untuk mengubah sudut pandang kita adalah dengan bertanya pada diri kita sendiri: hal baik apa yang bisa kita ambil dari situasi ini? Dengan cara ini kita bisa mulai melihat sesuatu melalui sudut pandang yang baru dan lebih positif, dan pada saat yang bersamaan memicu semangat kita dalam memulai sesuatu.

Tidak terlalu menganggap serius pikiran dan emosi kita sifatnya sama seperti hal-hal lain yang biasa kita lakukan. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang kita bangun dan tumbuh semakin kuat. Perlahan kita akan mempu melepaskan diri kita dari beban pikiran dan emosi yang mengikat kita.

  • Terlalu Sering Mendengarkan Pendapat Negatif Orang lain

Kita telah menyebutkan hal ini beberapa kali. Apa yang orang katakan mengenai dunia dan kita mungkin tidak benar. Seringkali yang orang katakan lebih merupakan perasaan orang tersebut mengenai dirinya sendiri dan ia menyampaikannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Jika mereka membagikan hal-hal negatif maka hal tersebut lebih merupakan cerminan dari diri mereka dibandingkan dengan kenyataan yang ada.

Tentu saja, ada kemungkinan kritikan yang orang tersebut berikan terhadap diri kita atau ide-ide kita benar. Namun pada sisi lain, seringkali kritik yang muncul merupakan pendapat negatif seseorang mengenai sudut pandang nya terhadap lingkungannya, bagaimana ia ingin terlihat benar dalam sebuah percakapan, atau bagaimana ia ingin mempertegas sudut pandang nya mengenai kenyataan dan untuk menciptakan rasa aman dan perasaan bahwa semua terjadi seperti biasanya.
Menurut saya perlu mendengarkan pendapat orang lain. Khususnya orang-orang yang telah berada pada posisi dimana kita ingin menentukan tujuan. Namun pada akhirnya cobalah untuk membuat keputusan sendiri. Cobalah lakukan banyak hal dan lihatlah mana yang berhasil daripada hanya mendengarkan prediksi orang lain.

  • Tidak Menciptakan Cukup Banyak Energi Dalam Diri Sendiri

Tanpa ada kekuatan diri, sangatlah sulit untuk melakukan sesuatu. Jika kita menguasai hal-hal yang mendasar dalam menjaga diri kita maka kita akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah ide-ide kita menjadi kenyataan. Jadi jika kita cukup beristirahat, makan makanan sehat dan berolah raga maka kita memberikan nilai lebih bagi diri kita sendiri.

Bagi saya – karena saya selalu tidur dan makan secara teratur – hal terpenting bagi saya adalah berolehraga dengan teratur. Olahraga membuat kita memiliki lebih banyak energi dan lebih mudah dalam melakukan sesuatu.

  • Terlalu Banyak Rencana. Membaca dan Berfikir

Melakukan sesuatu dengan lebih banyak kadang bukanlah ide yang bagus. Kedengarannya mungkin bagus pada awalnya, namun berdasarkan pengalaman, hal tersebut malah membuat kita bingung dan bahkan hanya bisa menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan.

Salah satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah terlalu lama menyusun rencana. Untuk memastikan pekerjaan kita berjalan dengan lancar, hal terpenting yang kita lakukan adalah menyusun sebuah rencana dengan sempurna. Kita bisa menyusun sebuah rencana dengan menganalisa masalah potensial yang dapat muncul ketika kita sedang menerapkan rencana. Masalahnya adalah ketika kita melaksanakan rencana; kita belum memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.

Rencana yang betul-betul sempurna akan sangat sulit untuk disusun. Jadi setelah kita menyusun rencana, segeralah memulai rencana tersebut, bekerjalah dengan menerapkan rencana dan mengatasi masalah-masalah yang muncul ketika kita mulai bekerja.

Membaca terlalu banyak merupakan cara lain yang dapat menghambat diri kita. Kita merasa kita perlu membaca satu atau lebih buku atau artikel lalu mengambil tindakan. Mungkin besok atau minggu depan. Terlalu banyak membaca juga dapat menyebabkan muncul kebingungan karena pakar-pakar yang berbeda memiliki nasihat yang berbeda terhadap diri kita.

Membaca membuat kita merasa lebih baik karena kita sedang melangkah menuju sasaran dan mendidik diri kita sendiri. Namun, untuk memperoleh hasil yang lebih baik, alanglah baiknya jika kita membaca untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah dasar yang bisa kita lakukan, juga kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang lain, lalu mulailah berolahraga di pusat kebugaran.

Terlalu banyak berpikir merupakan cara paling popular untuk menunda sesuatu. Penundaan bisa menyita waktu kita selagi kita membayangkan masa depan kita, atau scenario negatif yang mungkin tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata. Berdasarkan pengalaman, terlalu banyak berpikir hanya membuat hal yang kita pikirkan menjadi lebih rumit dan dapat menarik kita ke dalam lingkaran pikiran negatif sehingga kita merasa takut untuk mengambil tindakan.

Jadi, melakukan sesuatu lebih banyak kedengarannya memang seperti sebuah ide yang bagus. Kita mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi. Merencanakan, membaca, dan memikirkannya merupakan tiga hal yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat baik dalam masyarakat kita. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang baik. Tapi kita tidak bisa tidak mengambil tindakan dengan melakukan ketiga hal tersebut lebih banyak.

Masalah lain yang muncul adalah ketiga hal tersebut dapat membuat kita merasa kita mengalami kemajuan. Sehingga kita terus melakukan ketiga hal tersebut, dan tidak mengambil tindakan, serta menggantikan perasaan nyata bahwa kita telah melakukan kemajuan dengan perasaan yang keliru.

“Seringkali perbedaan antara orang sukses dan gagal adalah bukan karena yang satu tidak memiliki keahlian atau ide, melainkan keberanian untuk mengambil risiko atas ide yang ada dan melaksanakannya.”
– Maxwell Maltz –

Membaca, setelah beberapa waktu, menggelapkan pikiran terlalu jauh dari pencarian kreatif nya. Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas untuk berpikir.

-Albert Einstein.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s