I AM UNLIMITED

Inspiring And Motivation

@Brynerio : Tidak Perlu Skill Dewa Untuk Mendirikan Startup

4ID adalah perusahaan mobile app development yang didirikan tahun 2010 oleh Brynerio dan Cahyo Wicaksono, dirikan dengan misi mendevelop  mobile app yang dapat meleverage kualitas hidup orang Indonesia. The4ID banyak mengerjakan project B2B dan juga memiliki produk consumer internet seperti  MacetTerus, MakanTerus. Di acara BBDevID, Brynerio berbagi cerita dan tips tentang bagaimana membuat mobile startup.

Bangunlah sekarang !

Menurut saya cukup simple bagaimana membuat mobile startup, banyak orang punya pertanyaan seperti “ah saya masih mahasiswa nih, nanti aja deh, saya cari pengalaman dulu”, saya sendiri membuat company saya sekitar 2 tahun sebelum lulus kuliah, sekitar 2009 pada saat masih kuliah dan tidak masalah buat saya, kalau kita dengar kata teman-teman senior yang memulai companynya di usia lebih tua, mereka punya banyak sekali pemikiran karena sudah menikah, bagaimana kalau besok tidak bisa makan? Pada waktu itu yang saya pikirkan hanya “kalau tidak bisa makan ya tidak masalah buat saya”, soal umur, saya mulai usia 23, sekarang saya 26, pada saat itu ya saya mainnya sama cak Uding, Om Deddy, Sarim yang usianya 30-40an, saya sangat bersyukur bertemu dengan mereka karena sangat open dan membantu saya.

Saya bukan orang teknikal, sampai sekarang saya tidak mengerti koding, saya hanya memikirkan business sidenya saja, saya punya partner 1 orang teknikal yang menjadi cofounder teknikal, kami bagi tugas “elo di depan komputer, gw yang di depan muka orang lain”, saya yang keluar cari proyek, cari kolaborasi, baik itu dengan RIMM, community, company dan lain-lain.

Perlu Modal Besar ?

Pertama kali buat, modal saya 25 juta, sebenarnya kalau mau kan tidak seberat sampai ratusan juta atau miliaran, nah basically kalau kamu adalah seorang developer, kamu tidak perlu modal banyak, karena kamu punya komputer sendiri, skill development sendiri, dalam kasus saya, saya tidak punya skill development, saya harus hire developer dan dia harus makan, modal saya untuk itu saja,  dari komunitas IDBlackbery saya kenal dengan teman-teman dari operator, setelah product saya “Maceterus” itu launching saya dapat funding dari RIM dan sangat membantu karena sampai sekarang saya jadi bisa ketemu klien-klien yang lain.

Perlu Skill dewa ?

Tidak harus, seinget saya, partner saya namanya Cahyo, baru sebulan dua bulan belajar Development Blackberry, baru ada satu aplikasi yang dia buat yaitu RSS reader sederhana, yang paling penting ya kita harus mau belajar dan berani mencoba, kita tidak perlu jago-jago amat, asal berani coba, orang yang punya ide di luar sana banyak, yang bisa ngerjain banyak, tapi orang yang berani melakukan sedikit sekali.

Susah tidak buatnya?

Untuk urusan jadi dirut itu gampang, tinggal ke notaris, bikin PT selesai, tetapi soal perjalanannya cukup sulit, akhir tahun lalu saya hampir bangkrut, tetapi selama kamu passionate melakukannya dan punya komitmen terhadap apa yang kamu lakukan, pasti ada jalannya, dan karena kita punya passion itu, biasanya kita jadi punya environment yang akan mensupport kita,RIM sendiri butuh application dan developer, jadi mereka pasti membantu, teman-teman komunitas mobile developer, 4ID juga berkolaborasi dengan BetterB, 7Langit yang sebenarnya kompetitor tetapi temenan juga, karena kami tumbuh dari komunitas yang sama, kapanpun dibutuhkan kami selalu saling kontak.

Saya sewaktu masih mahasiswa, saya dealing sama Johan Kramer,  RIM dari Singapore, waktu itu saya belum kenal dia, saya cerita saja ke mereka “Saya mau buat aplikasi ini dan itu, nah apa yang mereka bisa bantu?” ternyata mereka helpful, Sarim dan lain-lainnya juga helpful.

Harus ada di komunitas yang tepat

Nah hal lain yang penting, kalau kalian mobile developer dan sering mingle di komunitas mobile developer, jangan cuma nongkrong di komunitas BBDevID karena ujung-ujungnya kalian hanya ketemu dengan sesama developer, saya dulu kebanyakan mingle di IDBlackberry yang mayoritas adalah user, di situ saya kenal orang operator, orang RIMM dan juga klien. Ada yang pernah tiba-tiba kontak saya, “Bryn katanya bikin 4ID ya? Company gue mau bikin apps nih, gw tau elo dari IDBlackberry” hal seperti ini sering terjadi. Orang RIM tahu saya awalnya sebagai orang di BBDevID bukan sebagai entrepreneur. Jadi dipikir-pikir modal saya waktu buat startup itu bukan kuliah saya yang teknik fisika, bukan uang saya, uang saya tidak banyak, dapat 25 juta saja dari freelance motret dan MC, modal tampang juga tidak, modalnya ya ngemeng dan kenal orang, dari situ semua menurut saya sangat membantu.

Corenya startup menurut saya ada dua : Butuh 1 orang yang bisa koding dan 1 orang jualan tapi benar-benar harus dengan partner yang kompak dan tidak selfish, kita tidak bisa kerjakan semuanya sendirian. Kalau mau sendirian dah jadi seperti freelancer saja. Waktu itu saya dan Cahyo sudah cukup, apapun ide yang keluar dari kepala saya bisa dia bikin, apapun mau klien dia juga bisa buat, tetapi dia tidak mungkin punya waktu untuk ketemu klien, jadi itu harus menjadi porsi saya, kalau klien marah-marah minta revisi, yang kena muka saya, dia kerja tenang saja.

Seringkali ada keadaan dimana kalian sebagai developer diajak oleh 4 orang developer lain, menurut saya it wont work, atau sebaliknya orang seperti saya yang tipe sales ngumpul ramai-ramai jadi satu untuk buat produk, ya tidak akan ada hasilnya.

Jangan lupakan orang yang memahami UI (User Interface) dan UX (User Experience), karena dalam sebuah tim membuat aplikasi, orang seperti saya kan mikirnya bagaimana monetizenya, buat idenya, sedangkan partner saya, Cahyo memikirkan bagaimana teknologinya yang canggih, lalu setelah appsnya jadi, kita menggunakannya justru merasa sulit dan complicated, not easy to use, faktor ini tergantung dari orang UI nya.

Why Mobile ?

Jumlah pengguna mobile di Indonesia sudah melebihi jumlah penduduk di Indonesia, sudah bukan 24/7 seperti Circle K dan Seven Eleven, karena kita lebih attach ke mobile devices daripada convenience store dan PC. Beberapa klien saya selain marketing ATL dan BTL mulai ingin tahu hobi dan minat customer saya apa? Ini sesuatu yang kita bisa dapat dari mobile apps, kita dapat kebiasaan usagenya dia, dia sering buka apps bagian apanya, apakah otomotif, news, fashion, dibandingkan dengan billboard, kebiasaan customer tidak bisa diketahui, jadi brand-brand mulai narrow casting ke arah yang spesifik selain investasinya kecil.

Selain itu, saat ini operator banyak yang invest ke mobile internet, diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan mobile internet usage akan meledak di Indonesia, so, let’s ride the wave !

seumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s