I AM UNLIMITED

Inspiring And Motivation

Category Archives: Networking

IP Versi 6

Sejarah IPV 6

IP (Internet Protocol) address atau alamat IP biasa disebut dengan kode pengenal komputer/perangkat keras lainnya pada sebuah jaringan merupakan komponen vital pada jaringan, karena tanpa alamat IP seseorang tidak dapat  terhubung dengan jaringan. Setiap perangkat yang terhubung dengan jaringan setidaknya harus memiliki satu buah alamat IP yang terhubung ke jaringan dan alamat IP itu sendiri harus unik karena apabila sebuah IP address dipakai oleh lebih dari satu buah perangkat maka perangkat tersebut tidak dapat terkoneksi ke jaringan.

Alamat IP (IPV4) pada awalnya adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32 bit yang dipakai  untuk mengidentifikasi host pada jaringan. Alamat IP ini diberikan secara unik pada masing-masing perangkat/host yang terhubung ke jaringan. Setelah IPV4 sukses penggunaanya oleh para pengguna jaringan, kemudian timbul suatu permasalahan baru dimana IPV4 hanya dapat menampung para pengguna internet sebanyak 4,3 milyar saja, sedangkan diperkirakan pada beberapa tahun menjelang era globalisasi para pengguna jaringan akan mengalami lonjakan yang cukup tajam yang akhirnya akan membuat alamat IPv4 menjadi habis. Berdasarkan hal itulah kemudian dirancang internet protocol baru yang di namakan IPnext generation (IPng) atau disebut juga sebagai IPV6 pada  tahun 1996. Read more of this post

OSI Layer

Workstation adalah PC yang terhubung ke dalam jaringan yang digunakan sebagai media program aplikasi. Komunikasi data adalah proses dimana pengiriman informasi diantara 2 titik menggunakan kode biner yang melewati saluran yang melalui proses telekomunikasi. Fasilitas telekomunikasi : router, modem, switching , repeater (amplifier(penguat sinyal)), hub(multiport repeater).

The International Standards Organization (ISO) developed the Open Systems Interconnection (OSI) Reference Model to define functional communications standards. This reference model is widely used by equipment manufacturers to assure their products will interoperate with products from other vendors. The OSI model describes the functions that are performed in data communications. The model architecture is seven layers those are listed below with each layer defining specific functions.

Osi Layer Model OSI Layer Model

Layer 7 Application
The Application layer provides the interface to the user. Any user application that requires network communication accesses the communication resources through this layer. This layer also is responsible for finding and determining the availability of communication partners. Typical applications in the TCP/IP protocols are Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Telnet, and File Transfer Protocol (FTP).

Layer 6 Presentation
The Presentation layer is responsible for encoding and decoding data that is passed from the application layer to another station on the internetwork. This layer is responsible for encoding data in a format that the receiving station can interpret and for decoding data received from other stations. Data compression and encryption are accomplished at this layer. Typical coding schemes include ASCII, EBCDIC, MPEG, GIF, and JPEG.

Layer 5 Session
The session layer is responsible for creating, managing and termination sessions that are used by entities at the presentation layer. The session layer is responsible for coordinating the service requests and responses generated and received by a station when it is communication with other entities on the internetwork.

Layer 4 Transport
The Transport layer implements reliable internetwork data transport services that are transparent to upper-layer protocols. The services include flow control, multiplexing, and error checking and recovery. If virtual circuits are needed for the communication to be accomplished, they are built and maintained at this layer. Flow control is responsible for making sure that a sending station does not transmit data faster than the receiving station can process it. Multiplexing allows multiple applications to share a common network interface. Error checking is implemented to discover errors on transmission and to provide a recovery mechanism when errors are found. Typical error recovery includes retransmission of the data.

Layer 3 Network
The Network layer defines routing services that allow multiple data links to be combined into an internetwork. The Network layer defines network-addressing schemes that logically identify network devices. The logical network addresses are different from the physical addresses defined at the MAC layer, and are used by routing protocols running at this level to transfer packets from one network to another. The most common network addressing protocols are IP, IPX, and AppleTalk. Typical routing protocols that run at this level are RIP, OSPF, IGRP, and NLSP.

Layer 2 Data Link
The Data Link layer provides reliable transit of data across a physical network link. The Data Link layer also defines the physical network-addressing scheme, such as the MAC Address on network interface cards in a workstation connected to a LAN. The Data Link layer also defines the topology of the network (bus, star, dual ring, and so on). Flow control at the Data Link layer is defined to ensure receiving stations are not overrun with data before they can process data already received. The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) has redefined the Data Link layer into two sublayers. The sublayers are the Logical Link Control (LLC) layer and the Media Access Control (MAC) layer. The LLC and MAC sublayers are defined in the IEEE 802.2 standards. The LLC manages communications between devices over a single link of a network. The MAC sublayer manages access to the physical medium from multiple upper-level protocols. The MAC layer also defines the MAC address, which uniquely identifies devices at the Data Link layer.

Layer 1 Physical
The Physical layer defines the parameters necessary to build, maintain, and break the physical link connections. It defines the characteristics of the connectors, data transmission rates and distances, and the interface voltages.

Tags: osi layer, osi layer model, osi layers, Application Layers, osi model layers, layer model, IOS model, osilayer, MODEL OSI, Layers Of Osi Model <

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan adalah pola hubungan antar terminal dalam suatu sistem jaringan komputer.

  • Topologi Bus

Gambar 1. Topologi Bus

Topologi Bus adalah topologi yang menghubungkan semua terminal ke satu jalur komunikasi yang kedua ujungnya ditutup dengan terminator. Terminator adalah perangkat yang menyediakan resistansi listrik untuk menyerap sinyal pada akhir transimisi sambungan agar sinyal tidak terlontar kembali dan diterima lagi oleh stasiun jaringan. Adapun keuntungannya pada topologi ini adalah : murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai sudah umum dan setiap komputer dapat saling berhubungan langsung. sedangkan kerugiannya adalah sering terjadinya hang (crash talk) ketika laebih dari dari pasang memakai jalur diwaktu yang sama.

  • Topologi Ring

Gambar 2. Topologi Ring

Topologi Ring adalah pola topologi yang hampir sama dengan topologi bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan sehingga hubungan antar terminal berlangsung dalam suatu lingkaran tertutup. Adapun keuntungannya adalah : Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi dengan jalur lain yang masih terhubung. kemudian dari segi penggunaan sambungan point to point membuat transmision error dapat diperkecil. Sedangkan kerugiannya adalah transfer data menjadi lambat bila data yang dikirim melalui banyak komputer.

  • Topologi Star

Pada topologi Star, terdapat sebuah terminal pusat (hub/switch) yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan komunikasi data, trafik data mengalir dari node ke terminal pusat dan diteruskan ke node (station)tujuan. Adapaun keuntungannya adalah : Pertama, Akses ke stasiun lain (client atau server) sangat cepat. Kedua, dapat menerima workstation baru selama port dicentral node (hub/switch) tersedia. Ketiga, hub atau switch bertindak sebagai konsentrator. Keempat, hub atau switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan. Kelima, mendukung user yang banyak dibanding topologi bus maupun topologi ring.

 Adapun kerugiannya adalah : bila trafik data cukup tinggi dan terjadi collision , semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan atau dipersilahkan dengan cara random ketika hub atau switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang digunakan oleh node lain.

Teknik Jaringan Dasar

Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat berbagi data, informasi, program aplikasi dan perangkat keras seperti printer /scanner / hardisk, serta memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik.

Manfaat atau potensi:

  • Mengintegrasikan dan berbagi pakai peralatan
  • Komunikasi
  • Mengintegrasikan data
  • Perlindungan data dan informasi
  • Sistem terdistribusi
  • keteraturan aliran informasi

Jenis Jaringan :

  • Local Area Network (LAN) : Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah kantor pada sebuah gedung atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah.
  • Metropolitan Area Network (MAN) : Biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi dalam hal ini MAN menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil kedalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh jaringan kantor cabang bank didalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan yang lainnya.
  • Wide Area Networking (WAN) : Jaringan yang ruang lingkupnya sudah menggunakan sarana satelit,wireless, ataupun kabel fiber optic. WAN memiliki jangkauan yang lebih luas hingga wilayah otoritas negara lain, misalnya sebuah perusahaan yang ada di indonesia bisa menghubungi kantor pusatnya yang ada di jepang hanya dalam waktu beberapa menit.

Komponen Dasar Jaringan :

  1. Kabel -> 
  • Coaxial Cable : Thick Cable Coax (diameter besar) ->RG58, Thin Coax Cable (diameter kecil/Konektor BNC-T)-> RG58 
  • Twisted Pair Cable : ->UTP(Unshielded Twisted Pair) & STP (Shielded Twisted Pair)
  • Straight Through Cable ->Menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara konsentrator (hub/switch)/repeater.
  • khusus Cisco Router->Rollover Cable
  • Crossover Cable :->digunakan untuk media komunikasi antar komputer (tanpa hub/switch) atau dalam kasus tertentu berguna untuk menghubungkan hub ke hub.
Adapun cara pemasangan UTP Model Stright Through :
  • Straight Through T568A ->Ujung Kabel A (1.Orange-Putih,2.Orange,3.Hijau-Putih, 4.Biru, 5.Biru-Putih, 6.Hijau, 7.Coklat-putih,8.Coklat.)
  • Straight Through T568B->Ujung Kabel B(1.Hijau-Putih, 2.Hijau, 3.Orange-Putih,4.Biru, 5.Biru-Putih, 6.Orange, 7. Coklat-Putih, 8.Coklat
Pemasangan kabel Model Cross Over merupakan penggabungan dari model Straight Through T568A (Ujung kabel A) dan T568B(Ujung kabel B). Jadi pemasangan kabel pada pin 1,2 pada ujung A menjadi pin 3,6 pada ujung kabel B.
  1. Ujung kabel A : -> 1.Orange-putih,2.Orange,3.Hijau-putih, 4.Biru, 5.Biru-Putih, 6.Hijau, 7.Coklat-putih, 8.Coklat
  2. Ujung kabel B : ->1.Hijau-putih, 2. Hijau, 3.Orange-putih, 4.biru,5.Biru-putih,6. Orange,7. Coklat-putih, 8.Coklat
Sementara pemasangan kabel jenis roll over adalah warna kabel dari sisi yang satu berbalik pada sisi kabel di ujung yang lain, misalnya kabel putih orange yang berada pada pin 1 ujung kabel A, akan berada pada Pin 8 ujung kabel B.
  1. Ujung Kabel A : 1.Orange-Putih, 2.Orange, 3.Hijau-Putih, 4.Biru, 5.Biru-Putih, 6.Hijau, 7.Coklat-Putih, 8.Coklat.
  2. Ujung Kabel B : 1.Coklat, 2.Coklat-putih, 3.Hijau, 4.Biru-Putih, 5.Biru, 6.Hijau-Putih, 7.Orange, 8.Orange-Putih. 
    2.Fiber Optic Cable ->Merupakan kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal. sering dipakai sebagai saluran backbone karena ke handalannya yang tinggi dibanding dengan kabel coaxial cable atau kabel UTP.
    3 External Card /LAN Card->Berfungsi sebagai media penghubung antar PC dengan Jaringan.
    4.Hub dan Switch (Konsentrator)->Merupakan perangkat untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari setiap workstation, server atau perangkat lainnya. Konsentrator biasa dipakai pada topologi star. switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafik data lebih baik di banding hub.
5.Repeater-> Berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkannya kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain dengan demikian jarak antara kabel dapat diperpanjang.
    6.Bridge->Berfungsi hampir sama dengan repeater, tetapi bridge mampu menghubungkan antara jaringan yang menggunakan transmisi berbeda. misalnya jaringan ethernet baseband dengan ethernet broadband. Bridge dapat pula menghubungkan jaringan yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda. Bridge dapat mengetahui alamat setiap komputer pada tiap-tiap jaringan.
   7. Router-> merupakan perangkat yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih jaringan yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dan paket yang melewatinya dan memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya.